Selasa, 07 Juni 2011

Berdzikirnya Ulama Salaf

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan bahwasannya ia pernah menceritakan ketika sedang duduk-duduk, beliau berkata:

“Sesungguhnya kamu sekalian berada ditengah perjalanan siang dan malam, di tengah lingkaran ajal yang terbatas, di tengah amal perbuatan yang selalu terpantau, sementara kematian datang dengan tiba-tiba. Barangsiapa menanam kebajikan, niscaya ia akan menuai kebahagiaan, dan barangsiapa yang menanam kejahatan, niscaya ia akan menuai penyesalan. Setiap orang bercocok tanam, akan menuai yang setimpal dengan yang ditananmnya. Orang yang lambat, tidak akan kedahuluan orang lain dalam mengambil bagiannya. Demikian juga orang yang bernafsu, tidak akan memperoleh sesuatu yang ditakdirkan baginya. Siapa saja yang mendapat kebaikan, Allah-lah yang memberikan kebaikan itu padanya. Siapa saja yang selamat dari kecelakaan, Allah-lah yang memelihara dari kecelakaannya itu. Orang-orang yang bertaqwa adalah orang terhormat dan para ahli fikih adalah pembimbing umat. Duduk-duduk dengan mereka adalah keutamaan.”     

[Dikutip dari buku "Belajar Etika dari Generasi Salaf" dari kitab "Siyar A’lam an-Nubala (1/147)"]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar